Bopeng dengan CRT di Klinik ERHA (Bagian-1)

 

Alat untuk CRT
sumber foto: Erha Klinik

CRT itu apaan sih?
Bagi beberapa orang mungkin masih bertanya apa itu CRT dan apa manfaatnya.
CRT sendiri adalah singkatan dari Collagen Rejuvenation Therapy yaitu terapi yang digunakan dengan alat berupa jarum-jarum kecil yang mereka sebut sebagai microneedle.  
Jarum-jarum?? Lebih dari satu donk ? Yups, tetapi mereka berukuran sangat kecil.  Tetap aja sih jarum. Kita disunik satu jarum aja biasanya sudah merasakan takut dan sakit kayak di gigit semut ya.. bayangkan ini beberap jarum dalam sebuah alat berbentuk Pen seperti gambar diatas.

Apa manfaatnya?
Tujuan dari perawatan ini adalah untuk menghasilkan kolagen dan jaringan kulit baru sehingga proses peremajaan kulit dapat terjadi. Melalui prosedur ini, kulit dapat menjadi lebih halus, kenyal dan lebih kencang.

Seberapa Perlukah, hingga harus CRT?
Jadi, aku ceritakan kondisi kulitku ya.  Kulitku bermasalah pada bekas jerawat atau scar atau bopeng.  Jadi permukaan kulit wajahku tidak mulus.  Bayangkan seperti jalan raya yang berlubang, bukan tidak bersyukur dengan kondisi yang ada.  Tetapi, jika ada cara yang masih relatif aman dan kita sedang mampu melakukannya. Kenapa tidak dicoba saja??

Merawat dan menjaga diri tetap cantik juga merupakan bentuk syukur.  Sebagai muslimah kita kan tahu, yang di larang adalah merubah bentuk asli kita.  Tapi, semua kembali kepada keyakinan masing-masing wanita ya.. Just Be Your Self Galzzzzz

Sejarah Di ERHA klinik?
Tindakan CRT ini tidak aku putuskan sendiri ya.. Ini hasil konsultasi dengan salah satu dokter di ERHA yang biasa aku temui ketika ke klinik Erha Jember yang ada di Jl. Trunojoyo No.123B, Kauman, Kepatihan, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Dokter yang menanganiku adalah dr Chandra.  Dokternya sangat ramah dan mampu menjawab detail dengan semua pertanyaan yang ingin aku cari jawabannya (recommended !!).  

Oia, aku baru ya menggunakan produk Erha.  Belum setahun berjalan, baru tanggal 12 September 2020.
Saat itu aku memiliki masalah dengan jerawatku yang beruntusan parah.  Oleh dr Chandra aku diberikan paket cream jerawat serta tindakan IPL khusus wajah berjerawat dan Alhamdulilah sembuh.

Tanggal 14 November 2020 aku kembali lagi ke klinik untuk konsultasi cream lanjutan dan teratment Laser CO2 untuk mengangkat Milea (semacam tahi lalat tumbuh di wajah).  Alhamdulilah, tahi lalat kecil yang seperti kutil mungil itu hilang semua dari wajahku.

Saat konsultasi terakhir itulah aku disarankan untuk melakukan CRT, karena kondisi wajahku yang banyak bekas jerawat (bopeng) tidak rata.  Sebenarnya beberapa tindakan bisa dlakukan dengan harga relatif murah hanya saja membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dan rutinitas tinggi.

CRT menjadi salah satu alternatif cepat untuk penderita bopeng sepertiku.  Hanya saja harganya relatif mahal ya.  Secara cepat kutanyakan tarifnya begitu disarankan CRT. Minimal 1,5 juta sebagain wajah - 2 juta untuk seluruh wajah.  Speechless donk eikeeeee... seolah dokter tahu ekspresiku langsung saja dia buka contoh pasiennya yang berhasil mengembalikan wajah dari yang awalnya penuh bopeng dan jerawat menjadi mulus seperti bayi.  

Mataku langsung berbinar-binar melihat perubahan itu.  Maka, kujawab saja dokterku bahwa aku akan mempertimbangakan tretament ini karena juga terkait harga fantastisnya.  Maklum aku selama di klinik kecantikan, tindakan termahal yang pernah aku habiskan baru hingga 600-700 rb sekali tindakan.

Di awal sebelum tindakan dr. Chandra telah menginfokan padaku bahwa treatment ini tidak bisa hanya sekali di lakukan dengan kondisi bopeng yang aku miliki.  Terutama pada beberapa bekas cacar air yang cukup dalam lobangnya.  Hasil yang didapat pasien yang ditunjukkan padaku juga 8x treatment (kumenangisssss membayangkannnn betapaa....).

13 Desember 2020 adalah awal pertama aku merasakan CRT itu di wajahku.

Bagaimana rasanya?
Bagaimana rasanya hhmm luar biasa wkkwkwkw
tenang kawan sebelum tindakan dokter memintaku keruangan untuk dia mengecek kondisi wajahku bulan ketiga perawatan di ERHA.  
Lalu, dia menegaskan jika setelah perawatan nanti mukaku akan merah-merah kemudian sedikit membengkak lalu menghitam bekas luka kecilnya.
Dokter memastikan aku memahami itu agar aku tidak shock mungkin dengan wajahku sendiri nantinya wkwkkw

Lalu kembali mengingatkan jika hasilnya tidak bisa cukup satu kali, dan lebih maksimal hasilnya jika berulang.  Baik dok, jawabku lalu lanjut ke ruang tindakan dengan seorang perawat yang memersilahkanku berbaring lalu membersihkan mukaku.

Wajahku di anestesi selama 30 menit dengan cream yang dioles di seluruh wajahku, lalu perawat menutupnya dengan clink wrap (info dari perawat ini mempercepat peresapan cream bius tadi).  Hmm sudah berasa sebagai adonan kue.

Perawat mengatakan, bahwa wajah nantinya setelah 30 menit akan seperti mengembang dan kebas.
Benar, setalah 30 menit timer berbunyi aku merasa wajahku seperti mengembang wkwkkw, padahal aku lihat dari kamera depan biasa saja.

Kemudian perawat melepas clink wrap, cream itu dibersihkan dengan alkohol oleh perawat lalu diolesi dengan betadine.  

Setelah bersih dokter ke tempatku: 
"permisi ya mbak, sudah siap ! ini jarumnya baru ya.. noleh ke kiri ya, pipi kanan saya treatment dulu.. Jika merasakan sakit bilang ya.. nanti saya kurangi kedalaman jarumnya masuk"
  
Deg..deg deg...
ya mungkin efek bius jadi aku ga ngerasakan sakit yang amat dahsyat sih, biasa saja seperti digigit semut saja kok, tapi banyak semut...
Setiap ada sedikit clekit saat kena tulang pipi, dalam hati aku "Cantik itu Sakit gaesssss" wkkwkwkw

Tindakan dilakukan di pipi kanan, pipi kir, dagu, hidung dan dahi ...
kalo kalian penasaran bagian mana yang paling sakit hhmmm dahi kali ya..
tapi ingat cantik itu emang sakit hahhahaha.. semangatttt gaesss demi glowing hakiki tanpa kamera jahat hihihi

Setiap saat dokter meanyakan apakah aku kesakitan?? aku selalu jawab masih tahan dok.  Tapi emang gaes ga semenakutkan yang kubayangkan.  Ya sensasinya luar biasa after taste wkkwkwk.. mungkin bius mulai berkurang.. Bagian paling suka ketika dokter mengoles serum di bagian kulit yang habis di microneedle.  Dingin nyesssss...

Setelah 30 menit dokter selesai melakukan treatment langsung deh kepo mau fotoin pake kamera depan.. dan shock nya akuuuuu wajahku penh merah2 wkkwkwkkw

rasanya jangan ditanya wuzzz wuzzzzz
lalu aku di foto dan ke ruangan dokter untuk mendapat resep sabun muka yang aman after treatment.
Sabun muka yang aku punya mengandung Scrub da nitu dilarang digunakan selama 5 hari after treatment jadi dokter memberiku sabun muka yang berupa full cairan untuk membasuh muka

Selama 5 hari setelah perawatan aku hanya diijinkan memncuci muka dan menggunakan Cream Erha AMG 2.  Sehari bisa aku oles 4-5 kali, karena fungsi AMG2 ini juga meoistkan kulit yang terasa kencang setelah luka mengering.

Setelah 5 hari aku bisa menggunakan kembali produk ERHA lainnya, cream malam, sunblok dll.

Untuk biaya aku habis 1,5 juta dengan sabun ERHA 2 nya karena lagi ada promo 10%. Alhamdulilah

Apakah  Sudah Mulus?
Aku baru melakukannya sekali saja, yaitu pada tanggal 13 Desember 2021 lalu jadi aku tengah januari harus mengulang kembali di treatment.
Nanti aku posting teratment-2 ku ya .. tunggu saja 

Dokumentasi:

saat dibius 

setelah di CRT selfie donk

keeseokan harinya






Belum ada Komentar untuk "Bopeng dengan CRT di Klinik ERHA (Bagian-1)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel