Menulis ala Sang Traveller, Taufik Hidayat (Hari-4)

sumber gambar: kompasiana.com

Pelatihan menulis Online di hari ke-4 
Hari Jumat, 19 Januari 2020
Bapak Taufik Hidayat
"Ketika Traveller Menulis"

#artikel ini juga diterbitkan di akun penulis di gurusiana.id
#tantanganmenulis#gurusiana#Harike-23

Pelatihan menulis dengan om Jay hari ke empat yaitu Jumat, tanggal 19 Januari 2020 diisi narasumber yaitu Bapak Taufik Hidayat.  Bapak Taufik Hidayat adalah seorang penulis buku, salah satu judul bukunya adalah "Dari Masjid ke Masjid".  Pak Taufik ini juga memiliki beberapa blog yang dikelola dengan aktif. yaitu di kompasiana. Selain itu ada detiktravel  UC News, wordpress, dll.



Bukunya yang berjudul dari Masjid ke Masjid disusun karena selama perjalanan atau traveling yang dilakukannya tempat ibadah adalah salah satu yang pertama kali beliau cari ketika sedang berada dalam perjalanan ke luar kota atau luar negeri.  Di lingkungan masjid pastilah dengan mudah menemukan makanan halal, apalagi ketika di negeri orang. Pengalaman pak taufik saat di Quanzhou, misalnya, beliau mewawancara imam masjidnya. Mengajak ngobrol kemudian dia menulis dalam beberapa tema sampai menemukan mana yang cocok.  Beliau membangun personal branding tentang perjalanan ke masjid karena ratusan artikelnya bercerita tentang perjalanan pak Taufik dari masjid-masjid baik di Indonesia, maupun di pelosok dunia

Beliau juga menulis kuburan antik dan orang ternama. Banyak tulisannya ke mausoleum Lenin Ho chi Mihn Napoleon bahkan ada makam khusus pemusik seperti Beethoven dll di Vienna.  Hobbi menulis telah dia lakukan sejak menjadi mahasiswa di tahun 1980-an, bahkan telah menjadi kontributor majalah kampus.  Tulisan perdananya di kompasiana tentang Panmunjom perbatasan Korsel dan Korut.

Tips Penulis pemula ala P Taufik
  1. Temukan passion -- tentukan mau menulis tentang / hal apa kemudian fokus ke sana, sesekali berubah tema jika merasa bosan.  
  2. Temukan ide -- Ide tulisan bisa datang dari pengalaman, pengamatan atau observasi yang dilakukan secara sengaja atau terencana 
  3. Opini -- Membuat tulisan yang berisi opini dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal akan memperkaya tulisan 
  4. Diri sendiri --Gunakan bahasa diri sendiri, tidak perlu memikirkan seperti apa gaya menulis kita.  Biarkan tulisan mengalir begitu saja.
  5. wawancara -- Perkaya tulisan melalui kegiatan wawancara narasumber 
Perjalanan Pak Taufik di Rwanda
Kisah perjalanan yang tidak dia lupakan, yaitu bagaimana pak Taufik  melihat secara langsung kejamnya perang saudara genosida suku Hutu dan Tutsi. 
Beberapa tulisannya juga sering direferensi oleh kompas Travel dan diambil oleh media lain. Catatan perjalanannya ditulis dan dikumpulkan menjadi sebuah buku. Buku beliau yang diterbitkan Mizan berjudul  "1001 masjid di 5 benua dari Amsterdam sampai Zanzibar"
Berikut tulisan dari pak taufik yang bisa kita nikmati untuk dibaca, bukan kopinya ya:

Perjalanan Pak Taufik di  Xiamen
Perjalanan pak Taufik ke Xiamen dan mampir minum teh di masjid dengan sesorang yang tidak saling kenal.  keluarlah kisah-kisah di balik tempat tersebut menjadi sebuah tulisan.  

Sebagai penulis kita mesti rajin membaca dahulu. 
Pak Taufik memiliki hobi membaca, terutama karya sastra, baik dari dalam, maupun dari luar negeri. Kisah dari zaman Pujangga Baru seperti Siti Nurbaya sampai karya-karya Pramoedya dan Motinggo Busye. Membaca Tolstoy Anton Checkov sampai karya Cervantes.
Buku yang pak Taufik susun tentang pengalamannya mengembara ke masjid masjid di pelosok dunia terinspirasi dari buku-buku yang telah ia baca tersebut.  Menurut pak Taufik, membuat buku harus dibangun dengan pelan-pelan, buku tersebut merupakan kisah perjalanannya hampir 8 tahun.

Sebagai tips lagi dari pak Taufik 
Ketika kita melakukan perjalanan tidak selalu yang kita tulis adalah tentang perjalanan itu tetapi kita juga menemukan ide menulis tentang pernak-pernik bepergian. Perangko saja bisa menjadi tulisan utamanya kala itu.  
Tulisan yang dipadukan dengan hobi akan makin pas, pak Taufik menambahkan. 

Pada kegiatan lomba menulis pak Taufik memberi tips, misalnya saja ketika jalan-jalan ke Chiangmai dan itu disponsori Silk air. Maka saya menulis tentang pengalaman menggunakan Silk air ke negri di atas awan, Nepal. 
Intinya memulai sesuatu yang baru memang terasa sulit.  Namun kita tetap harus berani memulai dan mencoba . Mencoba dan terus berusaha sampai bisa . Karena bagi yang punya kemauan selalu ada jalan .Dan ada sebuah pepatah bahasa Spanyol yang bagus untuk diingat “La verdad aun que severa es amiga verdadera"  Pesan Penutup yang disampaikan pak Taufik pada seluruh peserta menulis online malam itu.
Materi belajar yang penuh inspiratif, saya telah melakukan banyak kali perjalanan tetapi tidak terpikir untuk membuat tulisan dengan berbagai tema dalam perjalanan.  Bisa jadi salah satu tema yang kita buat akan ada salah satu dari sekian tema perjalan kita yang fokus menjadi sebuah buku. 

Belum ada Komentar untuk "Menulis ala Sang Traveller, Taufik Hidayat (Hari-4)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel