Blogger Pemula perlu belajar dari Pak Dedi Dwitagama (Hari-2)

Sumber gambar: http://dwitagama.weebly.com/about.html
Pelatihan menulis Online di hari ke-2 
Hari Jumat, 17 Januari 2020
Bapak Dedi Dwitagama

"Guru Blogger"

#Tulisan ini juga telah di share sebelumnya di penulis di #gurusiana sebagai tantangan menulis https://anisprasetiyaollien.gurusiana.id/

Hari kedua belajar online kali ini diisi oleh Narasumber yang 17 tahun menjadi guru STM di Jakarta, sejak 2005 hingga kini menjadi Kepala Sekolah.  Saat ini pak Dedi menjadi Kepala Sekolah di SMK Penerbangan Jakarta.  Bapak Dedi Dwitagama adalah seorang pendidik, Trainer, penulis, motivator dan juga Blogger.


Pak Dedi mengisi pelatihan online hari ini, seolah menjawab segala pertanyaan yang sering muncul di benak saya.  
"Manakah yang lebih baik untuk saya sebagai guru blogger?  Aktif mengisi di Blog priibadi atau Blog keroyokan ya?"

Pak Dedi menjelaskan jika masing, masing memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai penulis di blog pribadi dan blog keroyokan.  
Blog pribadi seperti rumah pribadi yang kita dengan bebas memasukkan isi dan menghias dengan aksesoris sesuai dengan selera pemiliknya, 
Blog "keroyokan" misalnya gurusiana, kompasiana seperti berada di public space yang memungkinkan penulis bertemu dengan banyak penulis dan bisa menjadi sumber inspirasi antar penulis yang memiliki ketertarikan yang sama dalam bahan tulisannya. 

Bagi seorang Dedi Dwitagama, blog pribadi itu seperti rumah pribadi yang harus dibersihkan, diisi dan dihias dengan aksesori sesuai minatnya, semntara blog kroyokan itu seperti berada di public space yang memungkinkan bisa bertemu dengan banyak penulis dan mencari inspirasi


Mengelola Blog 
Beliau sangat menikmati blognya karena seperti melihat album foto perjalanan hidupnya, mengingatkan momen perjumpaan dengan orang-orang dimana-mana, jejak-jejak perjalanan yang memberi manfaat buat sesama, sehingga beliau membuat 12 blog, seperti:
https://trainerkita.wordpress.com/  yang mendokumentasikan sesi seminar beliau serta  http://fotodedi.wordpress.com yang mendokumentasikan hobi fotografinya.

Wow 12 Blog, pastilah kita akan bertanya bagaimana cara pak Dedi mengelola itu semua.  Pak Dedi menceritakan bahwa beliau sangat menikmati waktunya untuk menulis di Blog.
Waktu
Begitu ada waktu pak dedi menyempatkan diri untuk menulis, menulis apapun yang sedang ada di pikirannya, sesuatu yang dia senangi, bidang yang dia tekuni, perjalanan yang dia lalui.

Ide
Begitu ada ide, dituliskannya walau hanya sebaris, lalu diberikan gambar sebagai pendukung artikel. Terkadang idenya berawal dari foto yang ingin saya diunggah barulah dilengkapi dengan keterangan foto. Langkah ini sering menolong kebuntuan menulis dan membuat kata demi kata mengalir tak terasa, tanpa diedit langsung bisa beliau unggah.
Saat ide tak ada, beliau berkunjung ke blog-blog orang lain. Biasanya setelah itu muncul ide untuk menulis sesuatu. Ketika kita sudah membuat tulisan. Untuk mendatangkan pengunjung dan membuat pengunjung tidak sungkan untuk berkomentar, beliau menganjurkan untuk membuat  link di twitter, facebook, lalu mengunjungi blog orang lain, kemudian meninggalkan komentar di blog orang lain. 
Etikanya, jika blog kita dikomentari maka kita harus membalas komentar itu di blog kita dan mengunjungi blog orang yang memberi komentar di blog kita dengan meninggalkan komentar. Dengan demikian, pengunjung blog kita akan banyak.
Kalau pengunjung blog sepi
Tulislah artikel yang menurut kita banyak dibutuhkan dan dicari orang lain. Gunakan judul dengan kata-kata yang biasanya orang cari maka saat orang searching, akan nyangkut ke blog kita. Dahsyatnya pemilihan kata di judul posting blog atau youtube menarik pengunjung untuk mampir ke blog kita.

Blog menurut pak dedi seperti sebuah majalah yang berisi ribuan artikel, tetapi bisa dihubungkan ke FB, IG, Youtube dengan memasang link atau kode embed nya.  Kita bisa memberi judul dengan kata kunci yang banyak di Googling orang, maka tulisan itu akan berada di puncak pencarian google. Jadi, jika kita melakukan share link tulisan kita pada media sosial lain yang kita punya juga membantu untuk menambah pengunjung blog kita.

TIPS menulis ala Pak Dedi Dwitagama
Menulis saja, tidak mesti menggunakan bahasa yang sesuai dengan PUEBI, bebas sesuai gaya kita. Seorang Raditya Dika yang terkenal tersebut karena gaya bahasa yang unik dan konsisten. 
Selanjutnya karena ada peserta yang bertanya tentang menjadi pengisi blog kompasian maka beliau memberikan tiips menulis di kompasiana. 
Label di kompasiana berfungsi seperti tag di wordpress, batasnya 10 label. Setelah menuliskan label, efeknya label di tulisan yang kita unggah berwarna biru dan bisa menjadi link yang terhubung dengan tulisan kompasianer lain yang berisi label yang sama.

Tips menjadi penulis Novel
Salah satu peserta ada yang bertanya tentang keinginannya menulis novel, tetapi beliau bingung dengan gaya tulis yang harus dia pilih.  Pak Dedi memberikan masukan agar si Ibu membuat Novel dengan gaya tulis seperti penulis Novel yang disuka terlebih dahulu.  Lama menulis dengan jam terbang tinggi akan memberikan atau menemukan gaya tulis tersendiri nantinya. Bisa di tes dari jeumlah pembaca novel di blog, syukur jika ada yang kasih feedback di komen maka akan menjadi masukan untuk penulis selanjutnya.

Diakhir pelatihan pak dedi menuliskan pesan bagi para guru peserta online malam itu:
Peran guru tidak akan tergantikan, dengan menulis kita meninggalkan jejak untuk dipelajari orang lain, dikenang anak kita, murid kita atau siapa saja yang memerlukan atau terinspirasi dengan tulisan kita.

Salam dari penulis, selalu kagum dengan semua ilmu Allah yang diberikan PadaNYa melalui mereka-mereka yang menjadi pilihan terbaik.


Belum ada Komentar untuk "Blogger Pemula perlu belajar dari Pak Dedi Dwitagama (Hari-2)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel